Wednesday, December 07, 2016

Wisata Sukabumi Selatan, Curug Cikaso & Pantai Pangumbahan

Tags


Tercetusnya liburan ini, karna sempet acara drama quin setelah suami tugas di luar kota yang bertepatan dengan ultah perkawinan.


Meskipun udah ngasih tau dari jauh-jauh hari, bahkan sebulan sebelumnya kalau dia mau dinas ke luar kota di akhir oktober ini, tetep aja pas hari H nya BETE. Ditambah syndrom  kesepian selam 3 hari berurut-turut pas ditinggal pergi, berdua sama anak dirumah.

Jadilah suami bilang " nanti kita liburan pas pulang", yeaaayyy.... rasanya langsung bahagia gimana gitu. 


Sukabumi jadi pilihan, karan emang lokasinya cukup dekat ( kalau dilihat dari peta). Tujuan utamanya itu UJUNG GENTENG, 217 km dari rumah dan membutuhkan waktu sekitar 6 jam menurut mbah google meskipun dikenyataannya jauh dari perkiraan.

Start dari jam 8 pagi WIB, sekitaran jakarta utara. Semua persiapan udah dikemas dari semalam, maklum emak-emak rempong bekerja sendiri daripada packing pagi yang ada emosi karna riweh sama si kecil. Dari pakaian, peralatan mandi, make up, botol, susu, termon reavel, entah apa lagi yang udah hadir didalam tas tapi yang terpenting adalah charger handphone. 
Sebelum berangkat mampir sebentar ke tukang nasi uduk disamping rumah, bungkus amunisi buat si kecil dan driver andalan kalau lapar di jalan.
Rute perjalanan kita adalah Jakarta - keluar tol Bogor bawah -  cigombong - jln buniwangi - sampai keluar ke jalan pelabuhan ratu...


Sisanya kami ikutin petunjuk Gmap karna bener-bener baru pertamakali ke tempat ini.

Perjalanan dari jakarta seperti biasa, macet dibeberapa titik.  Mulai masuk arah bogor, lalu lintas mulai padat, apalagi arah puncak. Jadi kita ambil kanan arah cianjur. Perjalanan masih terasa normal sampai masuk ke jalan pelabuhan ratu. Perjalanan terparah adalah area sukabumi, yupsss.... kita bener-bener ngikutin gmaps yang ngasih jalan plusssss alternatif solusi kalau jalan utamanya macet atau padat. Dan disinilah akhirnya kita. Sepanjang perjalanan didaerah sukabumi, mungkin tepatnya lereng gunung salak, sumpah itu mobil sama garis batas tipis... liat kebawah langsung jurang. Gak ada posisi berhenti, gak ada lampu penerangan jalan, tapi untungnya gak didominasi mobil-mobil besar. Jadi kita sedikit tenang gak terlalu mepet ke sisi jurang


Untungnya dzuhur tadi sempet istirahat sebentar di salah satu musolah dipinggir jalan buniwangi, kebetulan sebelahnya warung jadi bisa sempet ngopi sambil makan bakwan yang sambalnya mengingatkan pada kota tercinta, CIREBON.

Perkiraan sampai 6 jam, tapi jam 3 sore kita masih di daerah jampang kulon. Rencana awal mau mampir ke curug cikaso dulu karna kebetulan rutenya searah. Tapi karna hujan yang cukup lebat dan kelewat sore akhirnya langsung memutuskan ke Ujung genteng, tepatnya ke pantai pangumbahan. Ngejar waktu sebelum pelepasan penyu jam 5 sore.

Sampai di pesisir ujung genteng, kita dicegat sana warga sekitar. Bayar biaya retribusi, sekitar 10.000 perorang, untuk turis mancanegara pastinya lebih mahal. Perjalanan terus ke arah pantai pangumbahan.

Keluar dari pesisir ujung genteng arah pantai pangumbahan, akses jalannya gak sebagus yang dibayangangkan. Sebagian belum diaspal, cuma pasir pantai yang diurug batu besar. 

Dipintu masuk bayar tertibusi lagi sekitar Rp. 10.0000 perorang.


Setelahnya langsung cus keujung nyari pantai pangumbahan, akses jalannya masih sama. Gak terlalu bagus tapi cukup mulus pas didepan. Diarah pintu masuk banyak penginapan sepanjang jalan, dari mulai wisma dan hotel.

Biaya masuk ke pantai pangumbahan cukup mahal untuk ases jalan yang cukup parah dan didesa yang terpencil. Sisi baiknya, setidaknya saya berharap biaya ini bisa untuk perbaikan sarana dan prasanana yang lebih baik.








 Di sepanjang pantai, cuma ada pasir putih yang terhampar luas. Ciri khas pantai disepanjang laut selatan adalah ombaknya yang cukup besar. Disini juga sama, salah satu spot surfing terkenal disini adalah pantai Ujung genteng dan banyak lagi pantai disepanjang pesisir daerah sukabumi ini yang layak dan bagus untuk tempat surfing.

Setelah puas berfoto, akhirnya tepat di jam 6:45 WIB petugas penangkaran penyu keluar dengan seember anak penyu yang siap dilepaskan ke pantai


  kami berkumpul di tempat yang sudah disedikan. Dibatasi dengan tali rapiah sepanjang 100 meter. Saya dan semua pengunjung yang berada dipantai, antusias untuk pelepasan penyu.

 
Salah satunya rio. Dia antusias menggiring penyu ke laut.
 
memang petugas menaruh penyu disepanjang batas tali, jadi pengunjung bisa menyaksikan langsung proses penyu yang berjalan ke laut. Banyak bahkan yang mengabadikan moment berfoto bersama anak- anak penyu.

Menurut petugas penangkar penyu, setiap harinya memang selalu ada saja pengunjung yang datang untuk menyaksikan. Bahkan saat tengah malam, katanya menunggu penyu betina bertelur, bujubuneng.... giliran ngintipin begini paling demen yak... hahahah...

penangkaran penyu
Serius nih... intinya setelah mengerahui spot spot telur penyu, petugas mengumpulkan telur-telur penyu teesebut ke area penangkaran khusus. Nah setelah bertelur, baru dilepaskan kembali ke laut..

Waw... amajing....eh amazing....






 Akhirnya setelah puas main pasir, kita pulangbareng sama pengunjung lain. Karna beneran deh, sekitar sini itu gelap banget, ditambah jalanan yang ancur. Ada sekitar 15 mobil dan beberapa moto yang konvoi. Biar rame begitu tapi tetep serem. Dan keluar dari tengah sawah gelap, mulai deh cari penginapan.
Dan dapet penginapan murah gak jauh dari pantai, yang pasti ramai. Karna takut didaerah terpwncil begini harus sendiri. Tarif nya Rp. 200.000 untuk rumah kecil dengan 2 kamar dan 1 kamar mandi, ada tv , kopas angin dan tv decoder didalamnya. Lumayan buat penghibur. Tapi karna memang kebanyakan penginapan disini bentuknya semi permanen, jadi terbut dari bambu gitu..

Setidaknya bisa menghalau angin pantai yang bikin galaulah. Ini pemandangan sore dari depan kamar... rasanya betah lama-lama disini

 

Tapi, ada tapinya nih. Harga makanan disini terbilang cukup mahal, nasi goreng seafood harganya Rp. 25.000 dengan seafood yang ala kadarnya. Ada juga sih nasi gorejng murah cuna antrinya nunggu naga diperut murka. Selain nasi goreng menunya gak jauh dari mie rebus dan pecel ayam...
Yah gak dijakarta gak dimana makannya itu itu aja...
Paginya, sarapan dengan nasi uduk Rp. 5000 rupiah, pakai mie goreng dan telur dadar. Alhamdulillah.
Setelah puas main-main dipantai depan villa. Langsung tancap gas ke arah curug cikaso. Yang gak jauh dari penginapan. Sebelumnya sempet ada warga yang menawarkan diri jadi tourguide, tapi kita milih jalan sendiri dan pnya tourgiude pribadi yang juga jagooo yaitu GMAP.
HAHAHAHAH

Akhirnya setelah kira kira 1 jam perjalanan santai, sampailah ke curug cikaso.
Biaya masuk ke curug ini cukip mahal. Di awal Rp. 10.000 / orang untuk retribusi dan di pos ke dua Rp. 15.000 untuk parkir mobil..


 

Nah, dari tempat parkir ke curug gak terlalu jauh, kurang lebih 700 meter. Disini juga ada fasilitas perahu yang siap antar jemput. Tips saya.sih, lebih baik jalan kaki di awal perjalanan, karna memang jaraknya gak terlalu jauh dan pemandangan sepanjang jalan cukup bagus.
Dan tentu saja karna biaya naik perahu bolak balik cukup mahal kalau untuk 1 -2 orang, kecuali memang anda datang rombongan. Bisa lebih irit.



 Karna disini sawah, musim hujan biasanya cukup licin. Suami sudah prepare pakai sendal jepit, diriku pakai flastsoes cantik ala ala ke mall. Dan akhirnya dikorbankan disini.
Setelah jalan kaki sekitar 15 menit sampailah ke CURUG CIKASO.


  pemandangan disini cukup keren kalau kita sorot bagian atas. MINUSNYAAAA banyak sampah bekas makanan baik plastik , botol bekas dan sebagainya dibagian bawah. Biaya retribusi yang mahal kurang berdampak sama kebersihan objek wisatanya. Padahal biaya yang dikeluarkan cukup mahal looohhh...






Setelah puas foto-foto, akhirnya memutuskan untuk pulang. Padahal sengaja diriku gak mandi dari pagi biar bisa cucupakan disini, tapi siayah gak mau. Yasutralah....
Pulangnya iseng-isemg nawar perahu, kalau Rp. 20.000 mau angkut bertiga sama bocah kita naik. Kalau enggak ya kita balik ke parkiran jalan kaki.
Untungnya si bapak tukang perahu mau, hehhe
Lumayan ngurangin pegel...













Gak terada udah sampe aja, setelah turun dan mengucapkan terimakasih. Cusss langsung ke tempat parkiran.
Akhirnya setelah berfikir cukup panjang, diputuskanlah ke ciletuh geopark. Selain karna memang jalannya yang searah pulang, ciletuh geopark juga cukup terknal.

Sayangnya karna kita nyasar disepanjang jalan, bahkan mobil nyaris nyangkol di jalanan batu yang bahkan logikanya motor aja gak bakal berani lewat kecuali motor offeoad. Ini mobil kecil, bisa-bisa nyangkut dan stuck di tempat. Tapi untungya misua jago banget nyetirnya, bukan kaya di film fast farious tapi bener-bener nyetir dengan hati-hati supaya ban bisa masuk. OH MY GOD.

Walaupun pada akhirnya kita nyampe di ciliteuh geopark, posisi disana hujan dan areanya lagi full dipakai TNI untuk latihan militer, plussss pertemuan club vespa. Alhasil gak bisa foto-foto.  Tapi setidaknya, banyak tempat bagus disepanjang jalan ciletuh geopark untuk foto-foto.

Sampai dirumah langsung tepar, karna start dari ciletuh jam 2 siang sampai rumah jam 10 malam. Macet total arah tol bogor.

Dannnn, mudah-mudahan masih diberikan rizqi dan umur yang panjang untuk menjelajahi indonesia ke tempat tempat selanjutnya.

Terimakasih sudah membaca...
Untuk lebih banyak foto keren bisa liat ke instagram aku di :

https://www.instagram.com/qoeching_phie/

Atau mau kenal denganku boleh add di fb ku :

https://m.facebook.com/heri.y.heri.5?ref=bookmarks


SELAMAT MENIKMATI HIDUP


TERSESAT ENTAH DIMANA







Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi