Thursday, January 05, 2017

Cara memelihara dan merawat kelinci



Kemarin sepulang dari pasar, rio ngerengek minta beli kelinci. Akhirnya aku coba tanya harganya karna kebetulan aku juga pecinta hewan.

Sebelumnya sempat memelihara hamster jenis campable tapi karna gak ramah anak dan entah kenapa tiba-tiba jadi kanibalisme satu kandang akhirnya berkurang banyak dan sisanya dijual beserta kandangnya. Sayang sih padahal udah dua kali beranak.

Akhirnya ditawar-tawar aku dapet harga Rp. 70.000  untuk sepasang kelinci dengan ras persia yang bulunya lebat. Sama kandang genap Rp.100.000,-, entah ini murah atau mahal, tapi sebelumnya aku tanya harga sepasang kelinci Rp. 125.00 sepasang. Aku sengaja pilih yang berlainan warna jadi kalaupun nanti mereka beranak punya corak yang beragam.

Kenapa juga memilih hewan peliharaan kelinci karena makanan utamanya adalah sayuran. Kebetulan dirumahku seneng sayur, jadi banyak sayuran mentah sisa yang disiangi dibuang. Sebelumnya aku bikin pupuk kompos tapi setelah punya kelinci aku kasih ke kelinci, seperti :
Batang sisa kangkung, batang sisa bayam, timun, sawi, dan banyak lagi sayuran hijau. Selain itu memang aku juga membeli makan khusus kelinci seperti wortel.
Perawatan kelinci sendiri tidak terlalu sulit, cukup diberi makan 3 kali sehari atau 2 kali dengan porsi yang cukup banya yaitu pagi dan sore hari. Makanan kelinci sebaiknya berupa sayuran karna memang hakikatnya dialam bebaspun kelinci hanya memakan sayuran. Tapi kalau memang kelinci nya untuk diternakkan atau dijual kembali penambahan vitamin pada makanan seperti pelet kelinci wajib untuk merangsang pertumbuhannya.

Selain itu usahakan kandang selalu bersih dan kering sehingga kelinci terhindar dari penyakit kulit dan bau akibat kotorannya sendiri. Menggunakan kandang kawat berlubang lebih disarankan daripada menempatkan kelinci pada tempat yang tertutup dan lembab. Karna frekuensi kencing dan buang kotoran kelinci relatif sering. Kawat berongga juga memberikan dia udara yang luas dan tidak terkesan terkekang.  Untuk ukuran kandang, bisa disesuaikan dengan kelinci.

Mandikan kelinci maximal 2 minggu sekali, jika kandangnya selalu bersih dan kering 2 minggu pun kelinci masih bersih dan tidak berbau apek. Boleh dimandikan sebulan sekali atau bergantung dengan kondisi kelinci itu sendiri. Syaratnya mandikan dengan air yang hangat kuku dan berikan shampo khusus hewan agar bulunya tidak rontoh, boleh menggunakan shampo kucing. Setelah mandi langsung dikeringkan dengan headryer agar kelinci tidak kedinginan. Usahakan jika memandikan kelinci jangan sekaligus, lebih baik dimandikan satu per satu. Setelah yang satunya kering dan bersih, baru mulai memandikan yang lain. Hal ini menghindari kelinci yang dimandikan terakhir mengalamin kedinginan. Karna memang di alam bebas, kelinci tidak mandi. Mereka hanya menjilati bulunya seperti kucing. Tapi bagi kita yang memelihara kelinci dirumah apalagi ada anak-anak kecil yang belumm terlalu mengerti kelinci kadang dicium atau dipeluk-peluk sehingga riskan rasanya kalau kelinci kita kotor.

Dan jika memelihara kelinci dirumah yang terdapat anak-anak. Ajarkan pada anak bagaimana cara memegang kelinci yang benar agar mereka bisa bermain dengan kelinci tanpa menyakitinya. Membiarkan anak bermain dengan kelinci juga baik untuk mengasah keberanian mereka, mengajarkan sifat bertanggung jawab dengan mengizinkan anak memberikan makan untuk hewan peliharaannya, dan menumbuhkan rasa sayang terhadap binatang. Dan untuk kelinci, selama dia berinteraksi dengan manusia secara baik, misalkan dipegang dan diajak bermain dengan baik maka dia juga akan membiasakan dirinya dengan manusia.

Sekian pengalaman dari saya. Terimakasih sudah mampir dan membaca
Salam dari momo dan mimo




Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi