Tuesday, February 28, 2017

Sebuah Nama Tanpa Cerita - Bagian Delapan

Tags

Sebuah Nama Tanpa Cerita

MONDAY MONSTERRRR......

7:30 AM

AAAAA........
Rasanya aku ingin teriak sekuat tenaga dan melampiaskan kekesalanku pada jam bututku ini. Kenapa dia mati tanpa pamit, dan meninggalkanku dalam kondisi yang sulit. Kenapa dia harus mati saat hari kerja

KENAPA ???

Aku bergegas pergi ke kamar mandi meskipun tak berniat mandi. Hanya mencuci muka dan berganti pakaian.

7:40

Aku sudah siap dan berlari keluar menuju pangkalan ojek terdekat.

Oh, hari ini ada rapat dan aku diminta untuk datang lebih awal untuk menyiapkan tempatnya. Matilah aku. Bagaimana mau naik pangkat kalau dikesempatan pertama saja aku sudah mengecewakan.

" ya tuhan, berikan sedikit keajaiban hari ini untuk hambamu yang malang ini" ucapku

" amient mba" ucap tukang ojek

" udah bang, nguping aja pembicaraan orang. Nyetir aja , nyetir" ucapku kesal

" lah, kan cuma ada saya. Saya fikir lagi ngomong sama saya" ucap tukang ojek berompi kuning

Oke anandita, diam.... jangan menjawab. Fokus....

.
.
.

8:20
Setelah membayar ojek tanpa tip tentunya, aku berlari menuju lobi kantorku dengan kecepatan penuh. 10 menit lagi ... kalau tidak gaji ku bulan ini bisa kena pangkas.

Tut.... suara mesin absensiku, tepat di 8:25

Aku menghela nafas lega,

" telat kamu" ucap seorang dari belakang, buru-buru aku berbalik

" oh iya pak , maaf saya belum menyiapkan tempat untuk rapat pagi ini" ucapku " tapi tadi dijalan saya sudah sms mas eko kalau saya datang terlambat dan minta bantuan beliau untuk menyiapkan ruangan untuk rapat" . Aku sungguh tertunduk malu,

" oh soal itu, semalam sms saya gak masuk ya ?" Ucap pak warman

" sms apa pak ?" Tanyaku

" rapat pagi ini batal, client saya tiba-tiba ada urusan keluarga pagi ini. Jadi di ganti sore ini sepulang kerja tapi di luar kantor" ucap pak warman

" oh....... syukur kalau begitu pak, saya fikir jadi. Saya merasa bersalah banget" ucapku sedikit lega, akhirnya doaku terjawab

" tolong kamu cari tempat ngopi atau apalah buat ketemu sama client saya nanti di sekitaran thamrin ya, trus kamu booking buat 8 orang lah kurang lebih. Kabarin mas eko juga ya" ucap pak warman sambil berlalu

“ Baik pak “ ucapku  " Seharusnya sekertaris lah yang mengurusi soal sepeti ini, ini diluar jobdesk seorang resepsionis kalau sudah soal booking tempat diluar kantor. Kerjanya banyak bahkan diluar jobdesk tapi gajinya dari dulu segitu melulu. hult..." gerutuku dalam hati

" selamat pagi" ucapku pada mas eko yang berdiri di lobi tamu

" dit, gak jadi tau rapatnya" ucap mas eko

" iya udah tau, tadi aku ketemu sama pak warman" ucapku sambil menarik kursi dan duduk

" oh, tadi aku telfon gak diangkat. Aku fikir kamu gak masuk " ucap mas eko

" tadi aku kesiangan jadi naik ojek. Oh iya kata kata pak warman rapatnya di ganti sore ini diluar kantor. Aku disuruh ngabarin kamu mas" ucapku

" dimana ?" Tanya mas eko

" ya ini juga saya lagi nyari tempat, emang gak ada orang lain ya yang bisa disuruh nyari beginian ?" Tanyaku

" diatas lagi pada sibuk dit ngejar ekspor" ucap mas eko

Huh..

" oke , nanti aku kabarin lg deh.." ucap mas eko sambil berlalu membawa gelas kopinya

Aku menyakan komputerku dan mulai mencari tempat ngopi di sekitaran thamrin. Sebenarnya banyak sekali rekomendasi tempat ngopi yang muncul di google tapi aku masih bingung tempat seperti apa yang pas untuk meeting. Mungkin yang memiliki meja panjang, atau tempat yang tidak terlalu ramai supaya saat meeting tidak terganggu, atau memiliki ruangan smooking area, atau apa ?. sungguh memusingkan


Tut... tut....

" ya selamat pagi... " ucapku mengangkat telfon di meja

" keruangan saya, sekarang !!" Ucap pak warman

" baik pak" ucapku

Dan telfon terputus.

Untung ada pak no lewat.
" pak noooo" teriakku memanggil pak no yang lewat

" kenapa mba?" Tanyanya

" tunggu disini sebentar saya di panggil pak warman. Kalau ada telfon angkat ya!" Ucapku

" saya gak ngerti mba, saya panggil adi aja ya mba buat tunggu disini. Saya takut salah pencet loh mba" ucap pak no lugu

" gak usah dipencet, cukup diangkat aja . Oke ?" Ucapku sambil memperagakan mengangkat gagang telfon

" obe kok suruh angkat angkat telfon mba, kerjaan saya mah nyikat wc" ucap pak no lagi

" saya juga resepsionis disuruh booking tempat" ucapku berlalu meninggalkan pak no yang masih bingung dengan telfon didepannya

Aku bergegas menuju ruangan pak warman di lantai satu.

Tok.. tok... tok...

" permisi pak... " ucapku sambil mengetuk pintu

" masuk... " ucap pak harman dari dalam, aku membuka pintu perlahan

" ya ada apa pak ?" Tanyaku

" duduk - duduk..." ucap pak harman

Aku pun duduk di kursi dekat pohon beringin kecil didepan meja.

" kamu udah ketemu belum tempatnya ?" Tanya pak harman

" belum pak, baru aja saya mau cari bapak udah telfon nyuruh kesini" ucapku

" udah gak usah nyari-nyari, kamu booking tempat di coffe table. Untuk 8 orang jam 6 ya"

" maaf dimana pak!" Ucapku

" coffe table " ucap pak harman

" nomor telfonnya pak?" Tanyaku

" carilah sendiri, nanti kamu gak ada kerjaannya" ucap pak Warman

" iya maaf pak" ucapku

" oh ya, besok kamu pindah kerja ya!" Ucap pak harman

" maksudnya pindah gimana pak ?" Tanyaku kaget

" makanya dengerin dulu orang ngomong" ucap pak harman

" maaf pak" ucapku

" besok ada karyawan baru, dia jadi resepsionis...."

" trus saya pak....?" Ucapku sedih, aku dipecat ??????? Teriakku dalam hati tentu nya

" dengerin dulu.." ucap pak harman dengan nada tinggi

" iya pak"

" jadi, saya mau kamu besok naik ke lantai 2. Gabung sama team GA, tapi saya khususkan kamu untuk menangani hal-hal umumnya saja dan tidak terlalu berat. bisa dibilang seperti itu. Nanti kamu membatu bu yeni dalam urusan administrasi dan lain-lain, dan juga akan melakukan beberapa pekerjaan umum sepeti memesan tempat pertemuan, hotel, tiket pesawat dan lain-lain . Oke ?" Tanya pak warman

" baik pak, tapi ....."

" iya nanti saya buatkan kontrak kerja baru" ucap pak harman

" bukan itu pak... soal..." ucapku ragu

" gaji ?" Tanya pak harman, aku mengangguk

" nanti saya bicarakan dulu ini dengan bu yenni. Setelah itu baru saya beritahu ya. Besok akan ada karyawan baru yang menggantikan kamu, mungkin bu rita akan mentrainingnya kalau ada apa –apa tolong dibantu diajarkan ya” ucap pak warman lagi

" baik pak, kalau begitu saya permisi " ucapku

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir aku menutup pintu ruangan pak harman dengan persaan haru. Selama ini biasanya kalau aku harus masuk itu pasti karna masalah yang kurang penting seperti " pak, ada tamu menunggu dibawah".
Ya sepenting itu saja....

Terimakasih tuhan, ada banyak keajaiban terjadi hari ini. Setidaknya aku resmi menjadi seorang staff sebuah perusahaan sekarang.

Meskipun aku sudah naik pangkat , jika bisa ku bilang begitu, tapi aku tidak tau berapa banyak gajiku dinaikkan. Kalau begini aku masih harus mencari kerja part time.

***


 BERSAMBUNG

Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi


EmoticonEmoticon