Thursday, February 16, 2017

Sebuah Nama Tanpa Cerita - Bagian Kedua

Tags

Sebuah Nama Tanpa Cerita
Senja di halte cempaka

Setiap orang memiliki mimpi dalam hidupnya, begitu pun aku dan dari banyak mimpi yang aku miliki " mandiri" adalah salah satu mimpi yang sedang aku pertahankan disaat mimpi – mimpi yang lain menguap sirna seketika.

Hampir 2 tahun ini aku menyewa kamar kos , Meskipun bukan tempat yang mewah tapi cukup dibilang layak terlebih jaraknya tidak terlalu jauh dari kantorku. Dan untuk menutupi kebutuhan keseharianku, bayar kos dan kuliah, aku bekerja sebagai seorang resepsionis di sebuah gedung swasta yang cukup besar di jakarta.

Setiap hari bekerja sampai sore dan melanjutkan kuliah setelahnya  . Sebuah perjuangan yang tidak mudah, tapi karna ini juga sudah menjadi salah satu keinginanku, jadi aku akan tetap mempertahankan nya sampai kelulusan nanti. Untuk mewujudkan mimpiku yang awalnya bahkan bukan sebuah mimpi.

Rasanya memang sedikit berbeda jauh dari keluargaku, terutama mama. Meskipun aku bukan terbilang anak manja, tapi setidaknya kehadiran mama dan kakakku membuatku tidak pernah merasa kesepian. Apalagi kakak perempuan ku yang super cerewet, aku terkadang harus menutup telinga sepanjang hari saat aku melakukan kesalahan padanya, sepeti meminjam tasnya tanpa izin.

Tapi hal hal menyebalkan itulah yang terkadang aku rindukan, disini semuanya terlalu sunyi untukku. Banyak sekali suara yang kudengar tapi bukan untukku. Bahkan sebelumnya ku fikir memiliki seorang pacar bisa membuatku sedikit diperhatikan, malah semakin membuatku merasakan haus perhatian.

Ah..... rasanya entah apa aku benar harus tetap menjalani ini dengannya...

" tok tok tok.."

seseorang sukses mengaburkan lamunanku, aku beranjak dari kasur dan membuka pintu, ku lihat dian didepan pintu dengan wajah innocentnya yang menyebalkan.

" ngapain cinta malem malem bengong, nanti ada setan lewat loh ,!" Ucapnya menyerobot masuk sebelum ku persilakan. Dasar !!

" enggak lagi mikirin mata pelajaran pak herlabang kemarin" ucapku menghampirinya yang sudah duduk di kasur

" itu dosen yang ngegunting rok lo itu ya ?" Tanya dian cengengesan

" iya dan satu- satunya dosen yang ngatain gwe bloon !" Gerutuku " dulu gwe kan anak pindahan baru, belum tau sistem pembelajaran dia, dikasih materi pake tulisan tangan yang entah wujudnya seperti apa, mungkin yang bisa baca tulisan dia tuh para arkeolog kali" sambungku

" itu kan udah lama, ngapain masih difikirin sih" timpal dian sambil membereskan buku yang berserakan dikasur

" ya, karna gwe gak mau kejadian itu berulang makanya gwe lagi mikir " ucapku setengah kesal

" maksudnya ?" Tanya dian tak mengerti

" minggu besok dia suruh kumpulin beberapa referensi buku di luar catatan purbanya dia, sebagai tambahan"

" yaudah tinggal cari aja susah banget !"

" iya ................................ sabtu besok gwe cari " ucapku

" sabtu gak jalan sama tuan pangeran ?" Tanya dian

" ah, gue gak berharap banyak yan ! Kalaupun nanti  ada keajaiban dia ngajak gwe jalan gitu... ya ajak aja sekalian ,,,,, lo mau ikut gak ?" Tanyaku antusias

" gak mau nanti gwe jadi obat nyamuk !" Kata dian sedikit cemberut

" kan belum tentu juga dia ngajak jalan !"

" kalau dia ngajak jalan ?" Tanya dian lagi

" kita jalan bertiga.....!" Seruku memeluknya "oke !!!" Ucapku dian hanya mengangguk pelan

" nasib sahabat cadangan...siap siap jadi obat nyamuk deh"... ucap dian sambil berlalu pergi keluar kamar

Dasar, jelangkung !!
Datang tak dipersilakan
Pergi main nyelonong aja

***


Pagi pagi sekali mataku sudah terbuka tanpa diperintah bahkan tanpa suara bising alarm handphone. Rasanya mataku dipaksa terbuka oleh fikiranku, berusaha keras berfikir kemana tujuanku hari ini.

Sebenarnya mudah saja menemukan buku yang diminta pak herlambang dengan kondisi kesehatan keuangan yang prima, tinggal pergi ke toko buku di mall semua masalah terselesaikan. Tapi tanggal yang sudah menginjak angka dua puluhan ini membuatku berfikir dua kali bahkan jika memungkinkan aku akan memilih tidak membeli, walaupun itu akan membuatku mati dengan cara yang bebeda.... oh tuhan...

" jadi pergi gak ?" Tanya dian berteriak dari luar kamar, kebetulan kamarnya disebelah kamarku..

" jadi... ! " teriakku " jam 11 ya..."

" oke... " jawab dian dari jarak yang agak jauh,

Aku masih berbaring di kasurku, jam menunjukkan pukul 9:30...
Aku mengambil handphoneku, ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab satu kali dari dirga pagi ini.

" haloo..." ucapku " pagiiiiii"

" pagiii juga sayang, baru bangun ?" Tanya dirga disebrang sana

" enggak juga, dari tadi cuma baru liat handphone aja, ada apa telfon pagi - pagi , tumben ?" Tanya ku

" enggak tadinya aku mau ngajakin joging bareng, tapi karna gak diangkat jadi joging sendiri" ucap dirga

" oh... maaf ya, tadi lagi jemur pakaian diluar " ucapku sedikit berbohong

" iya gak apa-apa " timpal dirga
.
.
.
.
.

Kemudian hening beberapa detik..

.
.
.

" oh yaudah yah aku mau lanjut joging" ucap dirga

" oh ya, malam ini kamu ada rencana ?" Tanyaku sedikit ragu

" ya, kamu tau lah jadwal aku main bola sama kawan-kawan ! Kenapa ?" Tanya dirga

" enggak, ini malam minggukan ?" Tanyaku berusaha agar dia sedikit mengerti " kalau sore... ? " tanyaku lagi

" sore....hmmmm" ucap dirga sedikit berfikir atau mungkin mencari alasan " kayanya kalau jadi aku mau nganterin sepupu aku ke tempat penjualan buku bekas deh, maaf ya kayanya lain kali aja kita jalan" ucap dirga

" buku bekas ?" Tanyaku

" iya, aku mau ke tempat penjualan buku bekas di jakarta pusat situ, katanya dia mau cari beberapa buku lama yang udah gak terbit di toko buku" ucap dirga

" aku boleh ikut gak ?" Tanyaku. Tiba-tiba ide cemerlang muncul

" hmmmmm... gimana ya, aku bawa sepupu aku gak enak juga kalau kita berduaan, nanti dikira ngacangin dia lagi" ucap dirga

" aku juga bawa temen satu kos sama aku, cewek ! Jadi kita berempat, ya jadi sepupu kamu bisa sama temen aku, anggap aja sekalian nyomblangin" ucapku

" oke, jam 1'an ya aku bisanya . Soalnya jemput sepupu aku dulu" ucap dirga

" oke " jawabku

Aku menutup handphoneku dan menaruhnya dibawah bantal, aku harus bersiap siap untuk kembali tidur , berharap mata ini nanti bisa terbuka lagi dengan sendirinya...

Aku merebahkan diri dibantalku yang empuk dan dingin. Ah..... kasurku memang tempat ternyaman di dunia setelah pelukan mama. Dan tiba – tiba rasa sakit itu menyeruak dalam hatiku, rasa rindu yang terus menumpuk membuat sesak.

“ ma... aku kangen !” teriakku dalam hati



***
BERSAMBUNG

Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi


EmoticonEmoticon