Saturday, February 04, 2017

Someones - Bagian kedua

Tags

Someones .........
Created by : Sivie Permatasari
Bagian kedua


Hari minggu adalah hari paling terindah di dunia, libur sekolah – libur segala – galanya. Itu adalah moto yang selalu ku pegang teguh sejak beberapa tahun silam , sejak aku tau apa pengertian MINGGU yang sesungguhnya.

Aku tak seperti gadis umur 17 tahun lainnya mungkin, aku lebih menyukai kamar dari pada mall, lebih menyukai berolahraga dari pada kesalon. Dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan tidur daripada nongkrong di cafe.

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk :

“ kamu gak mau makan kak ?” tanya mamah

“ males mah ! nanggung nih !” ucapku tanpa mengalihkan perhatian dan novel yang ku baca

“ libur sekolah libur mandi juga ?”

“ enggak mah, bentar lagi aku mandi kok – tanggung nih lagi klimaks ceritanya ! membara – bara kalo ditinggal malah adem jadi gak enak !”

“ oh gitu, libur makan – libur mandi ! oke deh !”

“ oke mah !” ucapku santai

“ padahal mau mamah kenalin ke cwok ganteng anak tetangga sebelah !”

“ gak minat mah ! makasih – buat si jabrig aja deh !”

“ oke deh !” ucap mamah menutup pintu

Aku kembali melanjutkan bacaanku, kali ini novel yang ku garap adalah karya raditya dika. Tentang bagaimana asal muasal telur dan ayam.
***

Minggu pagi yang cerah dan menyenangkan ,  pagi – pagi sekali aku sudah membuka mataku – alarm di kamar tak berhenti berbunyi sejak sepuluh menit terakhir. Dengan rasa malas aku beranjak bangun dan mandi, setelah berpakaian lengkap aku berjalan malas ke teras dan memakai sepatu. Mataku tiba-tiba terbelalak lebih ketika melihat sesosok pria tampan sedang lari-lari kecil di depan pagar rumahku. Aku menghampirinya , berusaha mencari tahu atau lebih tepatnya berusaha mencari perhatian.

“ pagi riska “ sapa pria itu, aku semakin kikuk geer geer tak menentu

“ pagi” jawabku masih dengan wajah heran – dari mana dia mengenal namaku, aku tersenyum kemudian beranjak berlari menjauh. Sebenarnya aku ingin sedikit berbasa-basi sekedar bertanya “ mau lari bareng ?” , mungkin tiga kata itu akan mengantarkanku kedunia yang lebih indah dari pada saat ini, tapi aku masih terlalu enggan.

Aku sampai di area joging di komplek perumahanku , memang tidak terlalu jauh hanya melawati  beberapa blok dari rumah. Udara pagi ini cukup dingin, sedikit menyesal karna aku hanya menggunakan kaus berlengan pendek. Tapi dengan tetap semangat yang berapi – api aku mengelilingi taman yang masih sepi.

Taman joging ini memang cukup luas, apalagi track joginngya – hampir mengelilingi seluruh komplek perumahan yang ada disini. Sayangnya aku tidak cukup berenergi hari ini, jadi mengelilingi waduk buatan juga sudah dirasa cukup. Nafasku terengah , aku berhenti dan berjalan mencari tempat yang cocok untuk meluruskan kaki-kakiku yang mulai letih.  Dan aku menemukan satu tempat teduh dibawah rindang pohon pinus di pinggir danau. Menaruh tanganku dibelakang untuk menopang kepalaku, dan berbaring dengan nyaman sambil menutup mata. Merasakan udara yang masuk kedalam rongga paru-paruku kemudian bergulir disana dan beranjak keluar lagi. Mendengarkan kicauan burung-burung kecil yang hinggap diranting-ranting pohon. Mendengarkan bunyi gemercik air dari bendungan waduk yang tak jauh dari tempatku. Kemudian mendengar suara langkah kaki :

“ belum puas tidur dirumah nih kayanya ?” ucap seseorang – suara laki-laki. Spontan aku membuka 
mataku

“ hey “ jawabku terperangah oleh sosok laki-laki yang tadi ku temui di depan rumah spontan aku beranjak duduk. Kali ini aku sedikit takut, mungkin dia penguntit yang sejak tadi mengikutiku

“ jangan berfikiran yang aneh – aneh ! kebetulan aku juga lagi joging disini “

“ oh “ jawabku singkat, masih berfikir bagaimana dia tau apa yang aku fikirkan

“ RAKA “ ucapnya sambil mengulurkan tangan

“ RISKA “ ucapku sambil menjabat tangannya, kemudian dia tertawa sebentar

“ nama kita kaya kakak beradik yah ?” tanyanya dengan senyum mengembang. Aku tak menjawab hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju

“ aku anak nya ibu Lestari ?” ucapnya, ekspresiku semakin bingung

“ aduh, gak tau juga yah ! gini deh, aku anak ibu lestari yang teknisnya rumah aku tepat berada di didepan rumah mu !”

“ tetangga baru “ jawabku

“ yah dengan kata lain aku tetangga baru kamu “ ucap raka, aku tertawa menatapnya – dan kali ini dialah yang tampak bingung

“ ada masalah ?” tanyanya

“ enggak ! silahkan menikmati udara pagi di taman joging ini ! aku duluan yah !” ucapku beranjak bangun dan meninggalkannya perlahan.

Aku awalnya sempat terpesona, tapi setelah tau dia tetanggaku – aku sedikit merasa sungkan. Apa jadinya nanti kalau rendy tau. Matilah aku.

***
Aku lupa hari ini aku ada janji nonton dengan rendy, aku menoleh ke jam dinding berbentuk sapi disudut kamar yang menunjukkan pukul satu siang. Aku bergegas mandi dan berpakaian, celaka dua belas kalau aku sampai telat.

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk.

“ kak ada rendy tuh dibawah !”

“ iya mah, aku lagi siap-siap nih !”

“ kamu mau kemana ?”

“ pergi nonton ! mamah mau ikut ?” tanyaku

“ enggak, pulangnya jangan malem yah !”

“ siap boss !”
Kemudian mamah menutup pintu, aku turun menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang tamu. Disana rendy duduk sambil membaca majalah.

“ udah lama ?” tanyaku

“ enggak juga sayang ! udah siap ?” tanyanya, aku tak menjawab hanya mengangguk. Kemudian dia berjalan menuju ke ruang tengah, dan kembali tak berapa lama kemudian

“ udah pamit sama mamah ?”

“ udah ! yuk jalan !” ucapnya menggandengku keluar rumah. Motor besarnya diparkirkan di luar garasi rumahku. Dia berjalan didepan sedangkan aku mengikutinya dari belakang. Saat aku menaiki motornya tak sengaja aku melihat raka yang sedang memperhatikan ku, di tangannya ada busa dan ember. Aku hanya mengangguk saat bertatapan mata dengannya dan dia pun melakukan hal yang sama, sikapnya dingin berbeda saat pagi tadi bertemu denganku.

Laju motor perlahan bergulir melewati gedung-gedung tinggi di jakarta, kami berhenti tepat di mall di tengah kota jakarta.

“ kamu udah makan ?” tanya rendy

“ belum !” jawabku singkat

“ mau makan apa nonton dulu sayang ?” tanyanya lagi

“ terserah “ jawabku manja,

‘’  gimana kalo – kita makan dulu ! aku laper banget nih !” rengek raka

“ emang tadi gak makan dirumah ?”

“ enggak, pulang maen basket aku langsung mandi trus jemput pacar aku deh !”

“ kamu maen basket minggu pagi apa sabtu sore sih ?” tanyaku penasaran

“ yah, suka – suka aku aja sayang , kadang gak nentu!”

“ bisa gitu ?” tanyaku


“ makan apa nih ! kamu pilih menu !” ucapnya mengalihkan perhatian, aku menarik nafas panjang. Aku pun memilih untuk mengikuti nya daripada berdebat.

***
BERSAMBUNG

BACA JUGA : SOMEONES - Bagian ketiga

Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi


EmoticonEmoticon