Wednesday, March 01, 2017

Kenali Kegemukan Pada Anak Dengan Bijak ; Penyebab dan Cara menanggulangi kegemukan pada anak




Bunda pastinya sangat senang melihat buah hati kita tumbuh dengan sehat,  banyak orang tua yang berfikir bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi jika memang berat badannya sudah diatas standar berat badan ideal maka bukan lagi sehat yang didapat akan tetapi banyak penyakit yang mengancam tumbuh kembang dan kesehatannya.


Kelebihan berat badan atau biasa dikenal dengan istilah obesitas terjadi karena kalori yang masuk kedalam tubuh lebih banyak daripada energi (kalori) yang dikeluarkan. Obesitas mengancam kesehatan anak karena dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti jantung, stroke, dan diabetes. Kelebihan berat badan pada anak juga terkadang mengurangi rasa kepercayaan diri pada anak dan bahkan dalam kasus tertentu seperti yang sempat tenar beberapa bulan lalu, kegemukan pada anak membuat anak tidak bisa berjalan dan memutuskannya dengan dunia sekolah dan bermain.

Obesitas sendiri dapat disebabkan oleh banyak faktor , antara lain :


POLA MAKAN YANG TIDAK SEHAT



Akhir – akhir ini semakin berkembangnya gaya hidup ikut mempengaruhi terhadap tumbuh kembang anak. Saat ini anak – anak lebih menyukai makan – makanan fast food seperti spageti, pizza, bakso dan lainnya serta minuman berkarbonasi tinggi seperti soda membuat penimbunan kalori dalam tubuh sangat tinggi.

Berbeda dengan sayuran dan buah yang memiliki kandungan serat dan vitamin tinggi sehingga mudah diserap oleh tubuh, makanan fast food dan soda memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih banyak mengandung lemak .




AKTIFITAS FISIK YANG KURANG



Saat ini gadget sudah menjadi kebutuhan bagi orang dewasa pada umumnya, kecendrungan tersebut akhirnya diturunkan kepada anak yang juga terbiasa dengan gadget dalam  kehidupan sehari – harinya. Pada akhirnya mereka lebih menyukai duduk dirumah dan bermain gadget daripada bermain diluar.

Selain itu jaman dulu untuk bersekolah terkadang anak – anak menempuh perjalanan yang cukup panjang dengan berjalan kaki. Saat ini sarana trasnportasi penunjang semakin banyak sehingga semakin mudah seseorang pergi kesuatu tempat tanpa memerlukan banyak tenaga, seperti naik motor atau mobil.

Asupan kalori yang didapat dari makan yang dimakan sangat sedikit yang dikeluarkan karena aktifitas fisik yang cendrung sedikit. Sehingga terus tertimbun dalam tubuh dan menyebabkan kegemukan.



MEMILIKI KETURUNAN KELUARGA YANG MENGIDAP OBESITAS

Seperti kondisi medis lainnya obesitas juga bisa disebabkan karna perpaduan antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Seorang anak yang orang tuanya memiliki obesitas beresiko mengidap obesitas lebih besar. Karena selain menurunkan gen pembawanya kebiasaan orang tua sehari – hari dirumah juga ikut dicontoh dan dilakukan anaknya sehingga beresiko mengidap obesitas lebih besar.



POLA MAKAN ANAK YANG TIDAK SESUAI

Semakin beranjak dewasa anak memiliki keinginan sendiri untuk melakukan sesuatu bahkan untuk urusan makanan . Tak jarang memilah – milah makanan yang sijadikan, anak – anak lebih yang menyukai makanan yang bersifat gurih daripada sayuran. Hal ini dikarenakan mungkin orang tuanya kurang  mengenalkan sayuran sejak dini kepada anaknya sehingga anak tidak terbiasa memakan makanan yang sehat.

Selain itu orang tua juga terkadang repot sehingga menyepelekan pola makan anak, mengutamakan kepraktisan daripada kesehatan jangka panjang bagi anak. Misalkan saja malas memasak makanan sehat dan menjadikan mie instan sebagai makanan anak. Untuk sesekali rasanya tidak masalah karna saya sebagai orang tua pun tau bagaimana repotnya seorang ibu mengurus anaknya, akan tetapi sangat tidak bijak dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi mie instan terlalu sering dalam jangka panjang.

Terkadang juga orang tua merasa senang anaknya memiliki nafsu makan yang tinggi, sehingga tidak membatasi berapa kali anak makan dalam sehari. Banyak kasus anak mengalami obesitas karna orang tuanya merasa iba dan tidak bisa menolak saat anaknya meminta makan, sehingga anak dalam sehari bisa makan lebih dari tiga kali belum lagi jajanan khas anak yang selalu hadir disela – sela jam makannya.

Sebaiknya jika bunda sudah mengetahui bahwa anaknya mengalami obestias lakukan beberapa diet sederhanan dan ringan untuk anak.

Pada tingkatan orang dewasa biasanya obesitas juga terjadi karena stress, pola tidur yang 
kurang baik, mengkonsumsi obat – obatan dan banyak faktor lain yang bersifat merangsang keinginan untuk makan.



Lalu bagaimana mengetahui bahwa anak kita mengalami obesitas atau tidak ?

Caranya adalah dengan menghitung adalah dengan menghitung IMT atau indeks Masa Tubuh anak. Ada banyak sekali cara untuk menghitung IMT anak secara ideal. Bunda bisa melihat buku catatan imuniasasi anak, disana ada tabel tentang perkembangan .

Berikut adalah tabel Grafik Badan Anak usia 2 – 5 tahun, menurut WHO. Tabel tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu Grafik berat badan Anak laki – laki dan Anak perempuan menurut tinggi badan anak.

Seperti dibawah ini :





Caranya tentukan tinggi badan anak pada angka dibawah tabel kemudian tarik garis yang sesuai dengan berat badan anak.

Jika titik temu antara berat badan dan tinggi badan anak berada digaris Hijau  atau dibawah garis hijau (-1 ) atau diatas garis hijau (1) maka Berat badan anak termasuk kedalam berat badan ideal.
Jika berada di garis -2 atau dibawah -2 berarti anak bunda bisa disebut kurus
Jika berada di angka -3 berarti anak bunda sangat kurus
Jika berada di angka 2 berarti anak bunda cukup gemuk, dan
Jika berada di angka 3 atau diatasnya berarti anak bunda sangat gemuk

Dari gratik diatas bunda bisa mengetahui apakah anak  bunda mengalami obesitas atau tidak. Jika memang anak bunda mengalami kelebihan berat badan maka mulailah mengatur diet  sehat dan memberikan makanan dengan gizi baik dan seimbang.

Selain itu untuk mencegah kegemukan atau obesitas pada anak bunda juga dapat melakukan beberapa hal seperti :


Mengatur pola makan yang sehat
Makanan sehat adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sebaiknya jika sudah terlihat tanda – tanda kegemukan pada anak bunda segera lakukan beberapa diet sehat dengan cara mengganti nasi putih dengan nasi merah, lebih memilih roti gandum daripada roti putih biasa, mengurangi konsumsi daging merah dan sebagai gantinya perbanyak konsumsi daging putih seperti ayam dan ikan.

Selain itu kurangi konsumsi susu formula atau susu dan perbanyak mengkonsumsi air agar metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik. Dan tentunya mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak atau berkarbohidrat tinggi seperti makanan manis yang mengandung banyak gula dan kurangi minuman berkarbon.

Bunda juga dapat mengurangi konsumsi camilan pada anak atau mengalihkannya ke buah – buahan yang lebih sehat.

Melakukan Aktifitas Fisik Secara Teratur
Memang anak kecil sulit sekali diajak berolah raga layaknya orang dewasa , tapi bunda bisa menyiasatinya dengan beberapa cara agar anak bunda tetap melakukan aktifitas fisik meskipun tanpa dia sadari.

Bunda dapat mengajak anak bunda bermain sepeda disekitar rumah , atau meminta bantuan ayahnya untuk mengajaknya bermain bola. Aktifitas tersebut dilakukan minimal semiggu sekali selain untuk mengasah keterampilan anak, untuk kesehatan juga dapat membangun hubungan orang tua dan anak semakin erat.

Tapi jika memang anak bunda sulit diajak bermain, bunda dapat menyiasatinya dengan membiasakannya berjalan kaki saat kesekolah ( jika memungkinkan), atau memilih menggunakan tangga jalan daripada lift atau eskalator di pusat  perbelanjaan, atau kegiatan lain yang bisa membuat anak bunda mengeluarkan keringat. Atau mengajak anak berjalan kaki disekitar rumah atau di mall selama 30 menit sampai dengan 1 jam tanpa berhenti.

Demikian ulasan dari saya, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. SALAM SAYANG






Sumber :

wikipedia


Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi


EmoticonEmoticon