Wednesday, September 13, 2017

11 Manfaat dan Kontradiksi dari secangkir teh untuk kesehatan Tubuh

11 Manfaat dan Kontradiksi dari secangkir teh untuk kesehatan Tubuh
Sumber Gambar : Instagram Qoechingphie

Berbicara mengenai teh tentu semua orang sudah tau tentang minuman yang satu ini. Teh adalah minuman favorit rakyat indonesia kebanyakan, disajikan baik panas maupun dingin. Dan bisa menjadi teman ngemil sampai teman makan.  Saya sendiri termasuk pencinta teh, biasanya saat pagi atau di tempat dingin saya lebih suka minum teh hangat yang ditemani dengan cemilan manis. Selain itu,  saya juga sering meminum es teh manis sebagai pendamping makanan saat berkuliner ria. Selain harganya yang terjangkau, teh juga mudah ditemukan dimana – mana. Baik di warung kaki lima sampai restoran sekalipun. Pecintanya pun bukan hanya dari kalangan orang tua, tapi remaja sampai anak – anak menyukai teh.


Teh yang kita tau dan terkenal  di Indonesia adalah teh melati, yaitu teh yang berasal dari daun tanaman Camellia Sinensis  yang di keringkan dan dicampur dengan kuncup bunga melati . Aroma teh melati ini sangat khas, perpaduan antara aroma teh dan harumnya bunga melati menjadi daya tarik tersendiri bagi  para pecinta teh.  Tapi jangan salah ternyata teh itu bukan hanya terbuat dari daun Camellia Sinensis saja akan tetapi teh juga bisa dibuat dari  bahan seperti buah – buahan kering  , rempah-rempah bahkan bunga yang dikeringkan dan diseduh dengan air panas  juga disebut sebagai teh, biasanya teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal. Teh herbal yang banyak dikonsumsi adalah teh camomile, rosehip, rosella dan banyak lagi jenis teh herbal lainnya.

Teh mulai dikenal  pada Abad ke – 8 SM di Tiongkok. Pada awalnya mereka menikmati teh dengan cara dikunyah atau dicampurkan kedalam masakan , barulah pada abad ke 221 SM – 8 M pada zaman dinasti Han, teh mulai diolah dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dibentuk bulat dan dikeringkan barulah setelah itu diseduh. Sejak saat itu teh terus berkembang di Negara tirai bambu tersebut sampai menjadi minuman khas dan kebiasaan para penduduknya.  Sedangkan di Indonesia tentu saja teh diperkenalkan oleh para pedagang dari cina yang singgah di Nusantara, kebiasaan tersebut kemudian berkembang dan mempengaruhi budaya indonesia sampai saat ini.

Oleh karena itulah teh banyak dibudidayakan di indonesia, khususnya di daerah jawa. Beberapa daerah dengan perkebunan teh yang luas antara lain Bogor, Bandung, Majalengka, Joga dan daerah lain yang memiliki udara yang dingin dan lembab. Karena teh dapat tumbuh dengan baik pada suhu 13 sampai dengan 15 derajat Celcius.  Meskipun pada dasarnya teh bisa tumbuh baik di ketinggian mulai dari 400 sampai 2000 mdpl. Akan tetapi tentu ada perbedaan signifikan terhadap rasa teh yang dihasilkan, teh yang berasal dari daratan tinggi umumnya memiliki cita rasa yang lebih baik daripada teh yang ditanam di daratan rendah, oleh karena itu teh banyak dibudidayakan didaerah puncak dan bersuhu dingin demi mendapatkan kulitas teh yang baik.

Setiap teh memiliki tahapan yang hampir sama meskipun begitu, yang menjadi pembeda antara jenis teh yang satu dengan teh yang lainnya adalah tingkat oksidasi. Menurut KBBI Oksidasi adalah satu proses penggabungan suatu zat dengan oksigen. Sebagai contoh, kita memiliki apel, kemudian apel itu kita belah dan didiamkan selama beberapa jam. Tentu akan ada perbedaan di kulit apel sebelum dan setelah terkena udara. Bagian permukaan apel yang terbelah dan didiamkan akan berwarna kecoklatan, padahal sebelumnya saat baru dibelah berwarna putih cerah. Nah kurang lebih proses itulah yang juga terjadi pada daun teh. Semakin lama teh dibiarkan, semakin tinggi tingkat oksidasinya sehingga membuat warnanya semakin pekat.

Menurut tingkat oksidasinya, teh terbagi menjadi beberapa kelompok seperti :

Teh Putih
Teh putih ini sangat jarang ditemukan di indonesia, teh ini memang tergolong sangat sulit dan mahal. Teh ini dibudidayakan hanya di china , selain itu jumlahnya pun terbatas.  Teh putih dibuat dengan memetik pucuk daun muda yang dihindari dari sinar matahari langsung demi mencegah terjadinya pembentukan krolofil.

Teh Hijau
Berbeda dengan teh putih, teh hijau biasanya setelah dipetih kemudian dikeringkan selama 1 sampai 2 hari kemudian untuk menghentikan proses oksidasinya teh akan dikukus, di garang atau di panggang. Oleh karena itu teh hijau memiliki warna yang lebih pekat.

Teh Olong
Teh olong adalah perpaduan antara teh hijau dan teh hitam. Proses oksidasi teh olong lebih cepat dari teh merah dan sedikit lebih lama dari teh hijau.

Teh Hitam atau Teh Merah
Untuk proses oksidasi teh Hitam biasanya berlangsung selama kurang lebih enam minggu. Sehingga proses oksidasi berjalan dengan sempurna, warna daun tehnya pun berwarna kehitaman itulah kenapa disebut teh hitam, dan disebut juga teh merah karena air teh yang dihasilkan berwarna merah. Teh jenis ini banyak ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa teh mengandung senyawa kafein yang berguna bagi tubuh kita, selian kafein teh juga mengandung zat lainnya seperti antioksidan, karbohidrat, lemak, zat besi, kalsium, theofilin dan theobromin.  Jenis Antioksidan didalam teh bernama taketin, dalam teh hijau kandungan taketin bisa mencapai 30% dari berat keringnya sedangkan pada teh merah atau teh hitam biasanya lebih sedikit karena menghilang pada proses oksidasi atau pembuatannya. Bahkan kandungan tektin dalam teh hijau dua kali lebih banyak daripada teh hitam atau teh merah.

Di masyarakat Antioksidan merupakan salah satu zat yang terkenal untuk melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas, polusi dan efek buruk lingkungan lainnya akan tetapi juga harus dikonsumsi dalam batas tertentu dan tidak berlebihan, karena Kandungan antioksidan berlebih dalam tubuh malah akan menimbulkan kerusakan sel. Selain banyak digunakan sebagai suplement makanan antioksidan juga digunakan sebagai produk kosmetik dan pengawet makanan.

Kandungan Antioksidan katekin pada teh juga memiliki sifat anti –inflamasi (adalah kandungan yang mengurangi tanda-tanda atau gejala peradangan pada tubuh) , anti-ulkus (adalah kandungan yang dapat mengikat, mengurangi atau menetralisir asam lambung ) , anti-rematik ( adalah kandungan yang dapat mengobati rasa nyeri akibat peradangan sendi) , anti-imunostulan ( adalah kandungan yang mampu meningkatkan pertahanan tubuh ) dan hepatoprotektif ( adalah senyawa sel yang dapat memperbaiki jaringan hati yang rusak).

Akan tetapi dibalik khasiat anti oksidan tersebut, sebaiknya teh hijau yang mengandung banyak katekin dihindari oleh beberapa orang dengan kondisi sebagai berikut :

Ibu hamil dan menyusui,
Terlalu banyak mengkonsumsi teh hijau pada ibu hamil dapat mempengaruhi kadar asam folat dalam tubuh, sedangkan asam folat sendiri sangat dibutuhkan pada saat kehamilan demi menghindari bayi lahir cacat. Selain itu teh hijau juga dapat menghambat penyerapan zat besi, dan kafein pada teh bisa menimbulkan penyakit darah tinggi yang juga berbahaya pada saat kehamilan.

Pengidap Anemia Akut,
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Sedangkan Anemia adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah dalam tubuh, dan komponen utama pembentuk sel darah merah adalah zat besi. Oleh karena itu sebaiknya bagi pengidap anemia untuk menghindari mengkonsumsi teh secara berlebih.

Akan tetapi untuk orang normal, Teh memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh kita. Antara lain :

#1 Mencegah Kanker
Memang banyak sekali yang mengatakan bahwa kandungan antioksidan dan polifenol pada teh dapat membantu mencegah kanker. Akan tetapi belum ada penelitian lebih dalam mengenai kandungan dalam teh hitam atau teh merah mengenai hal ini.

#2 Membuat Awet Muda dan Tidak Mudah Sakit
Kandungan anti Oksidan dalam teh mampu menangkal radikal bebas dan polusi, sehingga tubuh tidak mudah sakit dan selalu fresh setiap hari.

#3 Menurunkan resiko penyakit Kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular atau lebih dikenal dengan penyakit jantung adalah berbagai kondisi dimana terjadinya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada atau stroke.
#4 Melancarkan Peredaran darah dalam tubuh
National Taiwan Ocean University melakukan percobaan efek teh hijau pada beberapa hewan percobaan, dan hasilnya teh hijau dapat mengencerkan darah dan juga melancarkan peredaran darah.

#5 Menurunkan Berat Badan
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal of Nutrition pada tahun 2009, kandungan katekin pada teh hijau mampu menurunkan berat badan. Sedangkan kandungan katekin pada makanan tidak

#6 Melancarkan Saluran Pencernaan
Sifat anti ulkus pada kandungan katekin, berfungsi untuk menetrasilir asam lambung dan mampu mengurangi kandungan asam lambung.

#7 Meningkatkan Metabolisme Tubuh

# 8 Membantu Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Pada Tahun 2010, di jepang dilakukan penelitian tentang teh dan dampaknya pada kesehatan gigi manusia. Ternyata meminum segelas teh dapat meminimalisir kehilangan gigi pada usia lanjut.  Teh hijau dapat menurunkan pH asam dalam gigi sehingga menekan pertumbuhan bakteri periodontal.

# 9 Membantu Menenangkan fikiran tapi tetap waspada
Teh mengandung asam amino L-theanine yang mampu meningkatkan fokus dan perhatian dan juga dapat membuat orang rileks atau lebih tenang.

#10 Membantu Menguatkan Tulang
Selama ini yang kita tau bahwa susu mampu membantu pertumbuhan tulang dan gigi karena kandungan kalsium didalamnya. Tetapi jangan salah, ternyata teh juga dapat membantu menguatkan tulang, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa peminum teh memiliki tuang yang lebih kuat daripada yang tidak. Hal ini dikarenakan kandungan fitokimia pada teh.

#11 Membantu Menurunkan Kolestrol
Baru – baru ini sebuah penelitian di china menunjukkan bahwa dengan rutin mengkonsumsi teh dan dikombinasikan dengan diet rendah lemak efektif menurutkan kolestrol jahat dalam tubuh sebanyak 12 persen dalam waktu 12 minggu.
Menurut  The American Journal of Clinical Nutrition terbitan desember 1999, dalam secangkir teh hijau mengandung  142  mg katekin, sedangkan pada teh hitam sekitar 42 mg percangkir. Dosis maximal yang dapat dikonsumsi sehari sekitar 270 mg. Jadi setiap orang bisa mengkonsumsi 2 sampai 3 cangkir teh hijau perhari, akan tetapi tentu saja setiap orang memiliki perbedaan kondisi tubuh. Karena mengandung kafein, terlalu banyak meminum teh juga dapat menyebabkan mual, muntah, dan pusing. Jadi lebih baik konsumsi secukupnya dan sesuai aturan.

Sumber  Referensi:

Wikipedia
http://www.botanical-online.com/english/catechins.htm
http://www.livestrong.com/article/495436-catechin-weight-loss/



Ibu Rumah tangga dengan ratusan mimpi, mencoba menuangkan fikiran dikepalanya untuk sekedar berbagi dan semoga bisa saling menginspirasi


EmoticonEmoticon